Langsung ke konten utama

Kepribadian



Assalamualaikum.wr.wb
Malam ini saya akan membahas tentang Kepribadian. Sebelumnya, saya akan menjelaskan pengertian dan definisi dari kepribadian itu sendiri. Pengertian dari Kepribadian yaitu merupakan  pola khas seseorang dalam berpikir,  merasakan dan berperilaku yang relatif stabil dan dapat diperkirakan (Dorland, 2002). Kepribadian juga merupakan jumlah total kecenderungan  bawaan dengan berbagai pengaruh dari lingkungan serta  pendidikan, yang membentuk kondisi kejiwaan seseorang dan mempengaruhi  sikapnya terhadap kehidupan (Weller, 2005).  Berdasarkan pengertian  tersebut, dapat disimpulkan bahwa kepribadian meliputi segala corak perilaku  dan sifat yang khas dan dapat diperkirakan pada  diri seseorang, yang  digunakan untuk bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap rangsangan,  sehingga corak tingkah lakunya itu merupakan satu kesatuan fungsional yang  khas bagi individu itu.

Definisi Kepribadian
Kepribadian adalah keseluruhan cara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.

Nah, itu merupakan penjelasan mengenai pengertian dan definisi kepribadian yg saya kutip dari Google. Selain pengertian serta definisinya, kepribadian itu dapat di tentukan  dari faktor-faktor yg ada di sekitar mereka, yang meliputi faktor keturunan (keluarga), serta lingkungan nya. Di dalam faktor keturunan, merujuk kepada genetik yang berkaitan dengan fisik orang itu sendiri. Dan di dalam faktor lingkungan, memiliki pengaruh yang cukup besar dalam kepribadian seseorang, karena di dalam lingkungan lah seorang pribadi dapat menangkap nilai-nilai atau norma-norma yang akan dia terapkan dalam hidupnya.

Menurut saya, faktor keturunan (keluarga) dan lingkungan memiliki suatu kesinambungan. Contohnya: Eva merupakan anak yang berasal dari keluarga yang kurang memperhatikan dirinya, orang tua eva sibuk dengan urusan masing-masing. Awalnya, eva adalah anak yang baik karna sewaktu kecil ia masih bisa di urus oleh pembantunya ataupun sanak keluarga lainnya. Tetapi, eva yang sekarang adalah anak yang sudah tidak bisa di urus lagi oleh pembantunya karna ia sudah tumbuh dewasa. Lambat laun eva berfikir bahwa orang tuanya sama sekali tidak pernah memperhatikan dirinya. Karena hal itu, ia menjadi orang yang sangat mudah marah serta gampang untuk melakukan hal-hal yg tidak seharusnya ia lakukan ketika ia marah. Ia pun sering melampiaskan kekesalannya atau ke bosanannya lewat lingkungan tempat ia bergaul, sekolah serta teman-temannya. Dan karna kurangnya kasih sayang serta ajaran dari orang tuanya ini, eva menjadi anak yg kurang baik, mulai dari sikapnya ke orang lain, cara bicaranya terhadap orang lain serta menjadi anak yg mudah marah. Ini merupakan  pengaruh yang terjadi jika lingkungan tempat ia tinggal atau bergaul memiliki pengaruh yang buruk dan imannya tidak cukup kuat, anak tersebut bisa jadi memiliki kepribadian yang buruk juga.

Contoh jika berada di dalam suatu pekerjaan, Anna merupakan seorang lulusan dari D3 Manajemen Pemasaran, di mana pastinya ia akan bekerja di dalam dunia marketing. Anna merupakan seseorang yg banyak berbicara, ramah terhadap orang lain, mudah bergaul dengan orang baru dan juga cepat beradaptasi dengan lingkungan luar. Maka dari itu, pekerjaan menjadi seorang marketing adalah bukan suatu pilihan yang sulit baginya. Tetapi, karena ia baru saja lulus dari kuliahnya, maka ia pun belum punya skill serta mental yang kuat dalam menghadapi pekerjaannya. Ini merupakan sesuatu yang tidak di harapkan oleh Anna serta perusahaan itu sendiri. Dalam situasi seperti ini, Anna di haruskan untuk lebih melatih dirinya agar lebih mudah dalam bekerja dalam marketing serta lebih meningkatkan keberanian agar mental nya pun terlatih. Agar Anna sendiri tidak stress dalam menghadapi pekerjaannya serta ia dapat memberikan hasil yang baik untuk perusahaan nya.

Wassalamualaikum.wr.wb





Komentar